Rabu, 21 Oktober 2009

Reproduksi virus

Reproduksi virus -- virus ber reproduksi terjadi pada tubuh inangnya.Virus yang telah berhasil diamati perkembang biakanyaadalah virus yang hidup di dalam tubuh bakteri Escherichia coli dan virus yang hidup pada inang bakteri disebut dengan "bacteriofag"

Reproduksi bacteriofag terjadi dengan jalan penggandaan ( replikasi ) dari DNA dan RNA.Proses replikasi virus sejak awal sampai akhir dinamakan dengan "daur litic"

Tahapan reproduksi virus :

1. Reproduksi bacteriofag dimulai dari penempelan bagian ekor virus pada dinding sel bakteri

2. Virus mengeluarkan enzim yang mampu menghancurkan dinding sel bakteri.DNA virus diinjeksikan masuk ke dalam tubuh bakteri melalui lubang yang dibuatnya kejadian itu disebut adsorpsi

3. Peristiwa selanjutnya berada di dalam tubuh bakteri.DNA virus menggantikan fungsi DNA bakteri yang merupakan kegiatan penetrasi sel inang

4. DNA dalam tubuh bakteri menduplikasi membentuk DNSA virus baru, peristiwa ini dinamakan "eklepase"

5. Setelah terbentuk DNA virus baru , DNA tersebut akan menyusun dinding kapsid untuk membentuk virus yang baru.Akhirnya pecahlah sel inang dan keluarlah virus - virus baru (virion)

Label:

Sifat virus

Sifat virus -- virus mempunyai sifat - sifat tertentu sehingga bisa dikatakan sebagai transisi antara benda mati dan makhluk hidup? seperti halnya benda mati yang lain ( misalnya kristal gula ), virus pun dapat dikristalkan akan tetapi jika virus ada di dalam tubuh organisme maka virus mampu menduplikasi diri atau bertambah banyak, seperti halnya makhluk hidup yang lain yang mampu melakukan perkembangbiakan. Bnayak diantara virus tersebut dipelihara oleh manusia dalam bentuk substrat, seperti telur yang mengandung embrio dan jaringan tubuh hewan maupun tumbuhan

Label:

Bentuk dan macam virus

Bentuk dan macam virus -- Berdasarkan struktur bentuk kapsomernya, virus mempunyai bentuk bulat, oval dan memanjang ada yang berbentuk eperti jarum , silinder danada juga yang memiliki bentuk struktur menyerupai huruf T.Virus rabies sendiri memiliki bentuk seperti peluru , virus cacar berbentuk batubata , serta virus influenza dan virus polio yang berbentuk bulat


Macam - macam virus menurut jenisnya dibedakan atas :

1. Virus pemakan bakteri atau juga disebut bacteriofag biasanya juga hidup menumpang didalam tubuh bakteri

2. Virus hewan yang mengandung DNA dan RNA dalam tubuhnya

3. Virus tumbuhan yang hanya mengandung RNA saja

Contoh virus yang bisa kita temui adalah:

1. HIV (Human Immunodeficiency Virus)

Termasuk salah satu retrovirus yang secara khusus menyerang sel darah putih (sel T). Retrovirus adalah virus ARN hewan yang mempunyai tahap ADN. Virus tersebut mempunyai suatu enzim, yaitu enzim transkriptase balik yang mengubah rantai tunggal ARN (sebagai cetakan) menjadi rantai ganda kopian ADN (cADN). Selanjutnya, cADN bergabung dengan ADN inang mengikuti replikasi ADN inang. Pada saat ADN inang mengalami replikasi, secara langsung ADN virus ikut mengalami replikasi.

2. Virus Herpes Virus herpes merupakan virus ADN dengan rantai ganda yang kemudian disalin menjadi mARN.

3. Virus Infuenza Siklus replikasi virus influenza hampir same dengan siklus replikasi virus herpes. Hanya saja, pada virus influenza materi genetiknya berupa rantai tunggal ARN yang kemudian mengalami replikasi menjadi mARN.

4. Paramyxovirus Paramyxovirus adalah semacam virus ARN yang selanjutnya mengalami replikasi menjadi mARN. Paramyxovirus merupakan penyebab penyakit campak dan gondong.

Label:

Struktur tubuh virus

Struktur tubuh virus -- Pada umunya struktr tubuh virus tersusun atas asam nukleat dan kapsid.Asam nklead terdiri atas deoxyribonucleic acid atau asam deoksiribonukleat (DNA) dan RNA.Adanaya asam nukleat inilah yang menjadi ciri bahwa virus dapat dikategorikan sebagai makhluk hidup.Kapsid merupakan selubung protein yang membungkus asam nukleat.Kapsid tersusun atas beribu - ribu molekul protein yang disebut kapsomer.Kapsomer mempunyai bentuk bermacam - macam dan menentukan bentuk luar dari virus itu sendiri.

Kapsid bersamaan dengan asam nukleat yang membungkusnya disebut nukleupsid.Pada virus tertentu, nukleokapsid dbungkus lagi oleh selubung tambahan yang mengandung protein, glikoprotein dan juga lipida.


Untuk virus berbentuk heliks, protein kapsid (biasanya disebut protein nukleokapsid) terikat langsung dengan genom virus. Misalnya, pada virus campak, setiap protein nukleokapsid terhubung dengan enam basa RNA membentuk heliks sepanjang sekitar 1,3 mikrometer. Komposisi kompleks protein dan asam nukleat ini disebut nukleokapsid. Pada virus campak, nukleokapsid ini diselubungi oleh lapisan lipid yang didapatkan dari sel inang, dan glikoprotein yang disandikan oleh virus melekat pada selubung lipid tersebut. Bagian-bagian ini berfungsi dalam pengikatan pada dan pemasukan ke sel inang pada awal infeksi.
Virus cacar air memiliki selubung virus.

Kapsid virus sferik menyelubungi genom virus secara keseluruhan dan tidak terlalu berikatan dengan asam nukleat seperti virus heliks. Struktur ini bisa bervariasi dari ukuran 20 nanometer hingga 400 nanometer dan terdiri atas protein virus yang tersusun dalam bentuk simetri ikosahedral. Jumlah protein yang dibutuhkan untuk membentuk kapsid virus sferik ditentukan dengan koefisien T, yaitu sekitar 60t protein. Sebagai contoh, virus hepatitis B memiliki angka T=4, butuh 240 protein untuk membentuk kapsid. Seperti virus bentuk heliks, kapsid sebagian jenis virus sferik dapat diselubungi lapisan lipid, namun biasanya protein kapsid sendiri langsung terlibat dalam penginfeksian sel.

Seperti yang telah dijelaskan pada virus campak, beberapa jenis virus memiliki unsur tambahan yang membantunya menginfeksi inang. Virus pada hewan memiliki selubung virus, yaitu membran menyelubungi kapsid. Selubung ini mengandung fosfolipid dan protein dari sel inang, tetapi juga mengandung protein dan glikoprotein yang berasal dari virus. Selain protein selubung dan protein kapsid, virus juga membawa beberapa molekul enzim di dalam kapsidnya. Ada pula beberapa jenis bakteriofag yang memiliki ekor protein yang melekat pada "kepala" kapsid. Serabut-serabut ekor tersebut digunakan oleh fag untuk menempel pada suatu bakteri.

Partikel lengkap virus disebut virion. Virion berfungsi sebagai alat transportasi gen, sedangkan komponen selubung dan kapsid bertanggung jawab dalam mekanisme penginfeksian sel inang.

Label: